Kamis, 13 September 2012

4 Pertanyaan dalam Memilih Peluang Usaha

image

4 Pertanyaan dalam Memilih Peluang Usaha atau Peluang Bisnis yang Layak Anda Kerjakan

4 pertanyaan dalam memilih peluang usaha atau peluang bisnis yang layak kita kerjakan dengan sepenuh hati, tenaga, dan pikiran kita :

1. Seberapa Besar kita dibayar / Seberapa besar untung yang kita dapatkan setiap terjadi penjualan dari peluang usaha / peluang bisnis yang kita jalankan dibandingkan biaya atau effort usaha yang kita keluarkan ?

Anda perlu teliti margin keuntungan dari peluang usaha / peluang bisnis yang akan anda jalankan. Anda bisa menjual berapa, dapat hasil berapa, anda perlu mengeluarkan biaya berapa dan mendapatkan hasil berapa. Peluang usaha / Peluang Bisnis yang bagus adalah sebuah peluang usaha yang membutuhkan sedikit biaya atau effort kerja, tetapi memiliki hasil yang besar, jauh melebihi biaya atau effort yang dilakukan. Bahkan kalau bisa, biaya yang anda keluarkan tidak ada sama sekali, atau tetap ada, tetapi bisa kembali lagi walaupun usaha anda kurang berjalan atau bahkan tidak berjalan sama sekali.

Seperti contohnya peluang usaha / peluang bisnis i-gist (Jasa Budidaya Kayu Jabon). Potensi hasil bisnisnya besar, dengan effort kerja yang mudah dan simple, karena ada program duplikasi bisnis dari Sekolah Bisnis IMSI, modal yang dikeluarkan relatif murah (tergolong usaha kecil) , dan yang menarik adalah, jika anda tidak bisa mengembangkan bisnisnya pun, dalam waktu kurang lebih 5 tahun anda berpotensi tetap bisa mendapatkan modal anda kembali bahkan berpotensi berlipat ganda.

Paket Asuransi Jiwa Syari'ah Terbaik

image

Paket Asuransi Jiwa Syari'ah Terbaik

Dalam produk asuransi yang dikombinasi dengan investasi, pada umumnya di tahun-tahun awal pembayaran premi dana mayoritas dialokasikan untuk membiayai asuransinya (biaya resiko yang ditanggung), sehingga dana tunai nasabah di tahun-tahun awal pada umumnya sangat sedikit, bahkan bisa jadi NIHIL. Setelah beberapa tahun, biasanya menginjak tahun ke-7 atau 8, barulah dana nasabah asuransi biasanya sudah kembali (tetapi belum ada profit). Biasanya program asuransi dengan kombinasi investasi akan mulai menunjukkan hasil setelah tahun ke 10 atau bahkan setelah tahun ke 25 sejak awal membayar.

Terobosan yang dahsyat yang dilakukan oleh PT. Global Media Nusantara, sebagai kontraktor Jasa Budidaya Kayu Jabon ( www.i-gist.com ) dengan Paket Asuransi Jiwa Syari'ahnya membuat sebuah kombinasi produk yang dinamakan paket 8 in 1 Igist.

Untuk menambah daya tarik Paket Asuransi Jiwa Syari'ah, maka paket 8 in 1 Igist memberikan Fasilitas asuransi dan investasi unit link GRATIS dari pembelian pohon jabon igist, yang artinya  Beli Pohon GRATIS Asuransi.

Fasilitas asuransi jiwa syari'ah GRATIS yang Didapat dari pembelian pohon jabon I-gist :

Sekolah Bisnis Terbaik : IMSI (International Milionaire School Infinity)

image

Sekolah Bisnis Terbaik : IMSI (International Milionaire School Infinity)



Takut memulai bisnis? Sekolah Bisnis Terbaik IMSI (International Milionaire School Infinity) memberikan pembelajaran bisnis terprogram dengan metode praktek langsung, potensi uang kembali 3xlipat jika gagal.

Sekolah Bisnis Terbaik IMSI (International Milionaire School Infinity) mengajarkan untuk membangun asset dan menjadi business owner dengan program pendidikan non formal paruh waktu dalam waktu 15 bulan.


Bagaimana Kita Hidup ???

  • 1/4 dari hidup kita adalah untuk study / belajar,
  • 1/2 dari hidup kita dipergunakan untuk bekerja,
  • Sedangkan sisanya pada saat setelah umur 65 tahun, mendapat fakta berdasarkan survey :


Mengapa mayoritas manusia tidak sejahtera di usia tua nya ??, ternyata mayoritas manusia tidak memahami tentang beberapa pola inspirasi penghasilan yang bisa membuat masa depan jauh lebih baik dan aman

Inspirasi Penghasilan

a. CARA CECAK, Cecak membarterkan waktu untuk mendapatkan makanan. Dengan cara ini, cicak sangat tergantung sekali dengan fisik dan tenaganya dalam mencari makanan, ketika fisik dan tenaganya menurun, maka menurun juga kemampuan mencari makanan.
b. CARA LABA-LABA, Laba-laba menggunakan waktu untuk membuat sarang (membangun asset) sebagai penjaring makanan. Sehingga setelah sarangnya jadi, laba-laba tidak perlu terlalu terbebani dalam mencari makanan, karena makanan datang sendiri dan tinggal menikmati

Mengapa banyak manusia tidak sejahtera di usia tuanya ? Karena Mayoritas sekolah pada umumnya HANYA mengajarkan untuk bekerja seperti gambaran cecak, contohnya: Pegawai, Dokter, Pengacara, dll.
Sekolah Bisnis Terbaik IMSI (International Milionaire School Infinity) memberikan pembelajaran bagaimana menjadi jutawan yang bebas waktu seperti gambaran laba-laba.


Profil Pendiri IMSI (International Milionaire School Infinity)

Kamis, 24 Maret 2011

Renungan untuk PEGAWAI/KARYAWAN


Sudah Berapa lama Anda Bekerja?

1 tahun?, 3 tahun?, 5 tahun?, 10 tahun?, 20 tahun?, 30 tahun?

Setiap hari HARUS bangun pagi2 sekali,

Bahkan terkadang TIDAK SEMPAT menyapa si kecil yang masih terlelap



Berkendara di pagi buta karena menghindar Macet bila berangkat kesiangan

Sebagian Menempuh jarak belasan bahkan puluhan kilometer

Sebagian lain bahk...an harus berdesak-desakan mengantri bus


Setiap hari menghadapi KERJA RUTIN yang menumpuk

dari pukul 9:00 s.d. 17:00, bahkan tidak jarang lembur hingga larut malam



Tak jarang sampai lupa istirahat dan makan, sebagian malah terserang maag

kolesterol, asam urat, hipertensi, kanker usus dsb

dan tidak sedikit diantaranya jatuh jakit

dan masuk perawatan dokter

lalu mengkonsumsi aneka macam obat2an

maka bermacam-macam bahan kimia pun bersarang di perut anda


Ketika sembuh Anda harus kembali bekerja

Meninggalkan rumah pagi2 sekali

Menempuh perjalanan belasan hingga puluhan kilometer

Menghadapi tumpukan pekerjaan di kantor

menghabiskan waktu dari pagi hingga sore

pulang kerja larut malam

Dan tak sempat menyapa si kecil yg telah terlelap




Berminggu2 Berbulan2 Bahkan hingga Bertahun2

Bahkan hingga terkadang Anak Sendiri tak Mengenal Anda

Kesibukan, telah merampas Waktu Anda dari Keluarga



Berapa lama Anda Akan Bekerja seperti ini?

5 tahun?, 10 tahun?, 20 tahun?, 30 tahun?


BEGINIKAH HIDUP ANDA?



Bagi yang bekerja di perusahaan Swasta

Mereka tak akan pernah tahu, berapa lama perusahaan akan bertahan

Terhadap Ekonomi Dunia yang tak pernah Pasti

resesi terjadi di berbagai belahan dunia

banyak perusahaan runtuh

PHK dan pengangguran mengancam di mana-mana


Bagi mereka yang bekerja sebagai PNS

Mereka akan hidup dengan penghasilan yang pas-pas-an

Sementara godaan kemewahan mendera setiap hari disekelilingnya

Maka, sebagian melakukan korupsi

Sebagian lagi tetap herus hidup sederhana, sebagian ala kadarnya

SAMPAI TUA!

Dapatkah Anda bertahan hidup seperti ini seumur hidup?

Tips MEMILIH ASURANSI

Saat ini telah banyak lembaga keuangan berlabelkan syariah, baik itu bank syariah, asuransi syariah, pegadaian syariah maupun lembaga pembiayaan syariah. Hal tersebut menandakan bahwa lembaga keuangan syariah memang dibutuhkan oleh masyarakat. Maraknya lembaga keuangan syariah adalah sesuatu yang wajar, mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim dan nilai-nilai universal yang ada dalam ekonomi syariah seperti keadilan bagi nasabah dapat diterima oleh semua kalangan termasuk non-muslim.
Dengan makin banyaknya asuransi syariah yang berdiri, tentunya pilihan (calon) nasabah menjadi semakin banyak, bukan hanya satu atau dua perusahaan yang menawarkan berbagai macam fitur produk, tapi bahkan puluhan perusahaan yang memiliki produk asuransi syariah.
Agar kita tidak salah memilih asuransi syariah, berikut beberapa tips yang perlu kita perhatikan:
1. Mengetahui Kebutuhan
Pemegang atau pembeli asuransi harus mengetahui asuransi apa yang menjadi kebutuhan. Kebutuhan dapat berupa Asuransi Jiwa, Asuransi Kesehatan, Asuransi Kecelakaan, Asuransi Pendidikan atau asuransi yang sekaligus berfungsi untuk investasi (unitlink). Bila Anda ragu, mintalah pendapat saudara, rekan, atau agen penjual asuransi yang Anda percayai.
2. Memilih Perusahaan Pengelola Asuransi Syariah
Ketahui seberapa lama perusahaan tersebut telah menjalankan bisnis asuransi syariah. Semakin lama sebuah perusahaan berkecimpung dalam bisnis yang dijalaninya, tentunya bisa menggambarkan bagaimana kondisi perusahaan tersebut. Selain itu juga bagaimana pengalaman perusahaan tersebut dalam pembayaran klaim kepada nasabahnya, apa pernah perusahaan tersebut lalai dalam hal pembayaran klaim kepada nasabahnya.
3. Dewan Pengawas Syariah (DPS)
Semua lembaga keuangan syariah termasuk asuransi syariah mempunyai Dewan Pengawas Syariah (DPS). DPS beranggotakan orang-orang yang memahami ekonomi syariah. Keberadaan DPS akan menjamin bahwa semua produk asuransi dikelola dengan cara-cara yang dihalalkan secara syariah.
4. Kejelasan Akad Asuransi
Isi perjanjian memegang peranan penting menyangkut status premi polis asuransi. Bila akadnya asuransi syariah, tidak ada istilah “dana hangus” untuk asuransi jiwa, sehingga apabila nasabah karena sesuatu hal tidak memperpanjang preminya, maka seharusnya dana premi yang sudah disetor sebelumnya masih ada, walaupun jumlahnya tidak 100% lagi. Ini karena dana yang disetor nasabah telah dikurangi biaya-biaya administrasi saat mengurus polis asuransi.
5. Pelajari Ilustrasi yang Diberikan
Ilustrasi asuransi menggambarkan perkiraan berapa dana yang akan diperoleh calon nasabah untuk masa akhir periode perjanjian. Jika ilustrasi yang diberikan sangat tidak wajar, misal memberikan keuntungan (bagi hasil) sangat jauh di atas bagi hasil bank syariah pada umumnya, kita jangan langsung tergiur, namun kita harus menyikapinya dengan bijaksana. Perhatikan asumsi-asumsi yang tertera di lembar ilustrasi.
6. Sesuaikan Asuransi dengan Manfaatnya
Sebelum memilih program asuransi, baca dahulu manfaat dan fitur program asuransi yang hendak kita beli. Misalnya, manfaatnya hanya untuk resiko meninggal, maka kita tidak akan mendapatkan manfaat ketika kita hanya mengalami sakit atau luka-luka. Atau sebaliknya, yang kita beli adalah produk asuransi kecelakaan saja, maka kita tidak akan mendapatkan manfaat ketika kita terkena penyakit tertentu.
7. Tarif Premi
Tarif premi yang cukup kompetitif (wajar) dalam arti bukan murahan, bisa dijadikan patokan dalam memilih perusahaan asuransi yang akan kita pilih, Namun ini bukan yang utama, karena bisa jadi dengan premi yang terlalu murah, perusahaan ingin mengeruk dana sebesar-besarnya, sedangkan manfaat asuransi yang diberikan sudah dipersempit. Misal asuransi mobil hanya dengan rate 1,00% belum tentu akan cukup untuk menutup biaya operasional perusahaan, apalagi untuk bayar klaim.
8. Memilih Agen Penjual
Pilihlah agen penjual asuransi yang Anda percayai bisa memberikan penjelasan produk secara benar dan lengkap. Agen penjual yang profesional memiliki nomor keanggotaan AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia). Mereka telah melalui tahapan ujian sebagai agen profesional dan terdaftar secara resmi. Sehingga apabila Anda kelak menghadapi masalah dengan polis Anda, keberadaan agen dapat diketahui dan perusahaan asuransi ikut bertanggung jawab. Ingat bahwa Anda membeli produk asuransi untuk jangka panjang. Pastikan pelayanan yang akan Anda dapatkan adalah yang terbaik.
 AKTIVASI KLIK disini

Sabtu, 25 September 2010

menunda KESENANGAN

Satu hal sangat disukai para investor adalah “menunda kesenangan” untuk sementara waktu dalam upaya mendapatkan hasil yang diinginkan. Dalam salah satu wawancara, Warrent Bufet (Investor) mengatakan “Seorang investor selalu bisa menahan diri untuk mengambil keuntungan kecil dan membuat keuntungan besar menghampirinya.” Inilah yang tidak bisa dilakukan oleh orang miskin dan kelas menengah, sehingga mereka tidak bisa meninggalkan zona-nya (tidak bisa merubah –red). Paling tidak itulah yang Robert Kiyosaki nyatakan dalam bukunyaGuide To Investing.
Satu hal yang bisa menjadi bukti pemikiran mereka adalah fenomena umum yang ada di masyarakat kita. Trend di masyarakat memaksa hukum ikut-ikutan berlaku dalam dunia marketing –Bahkan lebih hebat lagi, trend itu sengaja diciptakan dengan brand image advertaising oleh setiap perusahaan dan bersemayam di otak masyarakat untuk segera membeli produknya, walaupun hanya sekedar trend. Alhasil, kita harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memenuhi setiap keinginan. Padahal bila kita lihat hari ini di rumah, berapa banyak barang yang dulu kita ngotot untuk membelinya, sekarang masih tersimpan rapih atau hanya beberapa kali saja kita pakai. Itulah yang disebut dengan gaya hidup yang memaksa kita harus bekerja lebih keras lagi. Tapi apakah kita melakukan hal yang sama untuk investasi? Mari kita hitung dari sejumlah uang yang kita keluarkan setiap bulan dan bagi menjadi tiga :
  1. Berapa banyak untuk BIAYA HIDUP yang habis tak kembali?
  2. Berapa banyak untuk GAYA HIDUP yang memaksa kita harus bekerja lebih keras?
  3. Berapa banyak untuk INVESTASI masa depan?
Semestinya dari pendapatan pokok yang kita miliki (Primary Income) dapat diatur cashflownya sebagai berikut :
biaya-gaya-hidup
Ambil 20% di awal dari penghasilan kita untuk INVESTASI, sisanya 80% silahkan Anda habiskan untukBIAYA HIDUP (Ambil 20% di awal, bukan sisa! Jika tidak, sampai kapanpun Anda tidak akan bisa berinvestasi).
Tanaman investasi Anda akan tumbuh sejalan dengan pemupukan dan penyiraman yang dilakukan (penambahan investasi atau top up –Top Up adalah istilah umum untuk penambahan investasi). Dari sinilah Anda bisa memenuhi GAYA HIDUP yang diinginkan. Namun pastikan hanya terpakai 60% saja, sisanya (40%) harus Anda lipat kembali ke Investasi. Begitulah seterusnya hingga benar-benar semuaGAYA HIDUP bisa Anda cukupi dari hasil Investasi.
Ada yang berkomentar ketika saya memberikan materi ini di seminar financial, “Kalau demikian caranya kita tidak bisa menikmati kekayaan kita dong Bang..?”
Bukan itu tujuannya, namun sejauh mana kita bisa mengendalikan nafsu kita untuk memiliki apapun yang kita inginkan. Jika saatnya sudah tiba, silahkan Anda mau gunakan untuk apapun adalah hak Anda. Apa yang akan Anda beli jika 60% dari hasil investasi menghasilkan 40 juta setiap bulan? Mungkin Anda bisa membeli rumah mewah seharga 2 M dengan angsuran 12 juta setiap bulan dari hasil investasi Anda –Artinya Anda tidak harus pusing mikirin bagaimana cara mengangsurnya bukan?
Yang paling penting bukan seberapa besar Primary Income Anda. Sebesar apapun penghasilannya hari ini, jika tidak pandai berinvestasi maka kelak Anda akan jatuh miskin! Yang terpenting adalah seberapa besar penghasilan Passive Income Anda? Sehingga Anda tidak perlu bekerja sekalipun, namun semua gaya hidup yang Anda sukai bisa terpenuhi. Itulah yang disebut Absolute Freedom Financial.
Ada beberapa kawan dekat saya yang membeli sepeda motor dari hasil kerja dia selama ini dengan cara mengangsur 450 ribu setiap bulan selama 4 tahun. Saya tahu betul bagaimana prihatinnya dia untuk sekedar bisa membayar cicilannya setiap bulan. Pernah suatu hari saya katakan “Uang yang Anda keluarkan untuk membeli sepeda motor ini, jika Anda lakukan dengan cara tepat dan benar akan bisa membeli 10 bahkan 100 sepeda motor yang sama di 4 tahun ke depan! Bila perlu Anda jadi dealernya sekalian!”
Tentu saja dengan nada ketus dia katakan “Ah..yang realita saja. Bagaimana mungkin 450 ribu per bulan bisa jadi sebanyak itu di 4 tahun ke depan?”
Sahabat, dahulu juga orang mengatakan ‘Ah..yang realita saja. Bagaimana mungkin manusia yang kecil pendek ini bisa mendarat di bulan?’ Atau ‘Mana mungkin kita keliling dunia hanya dalam 1 hari’ Atau bahkan ‘Ala..paling-paling cuma khayalan orang gila saja yang bisa seperti itu!’
Tapi kini, dunia ini dihiasi oleh mereka yang memiliki impian gila sekalipun. Sebenarnya otak siapa yang waras? Sang penemu atau orang yang hanya bisanya mencemooh dan mengejek orang-orang yang mau merubah diri dan dunia ini?
Nah sahabat...mulailah kita membuka paradigma dan belajar lebih banyak tentang perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya, just klik here!